Saat ini ke-pede-anku bahwa aku bisa kurus berada di titik terendah...yup sejak pertama kali merasa badan mulai melar entah sudah berapa metode yang aku lakukan untuk menjadi kurus. Dari mulai minum teh pelangsing bermerek ataupun impor dari medan, dari mulai tusuk jarum, totok seluruh badan dan hanya diperbolehkan minum air kelapa muda ijo yang rasanya sangat enak, totok (lagi) di kuping sampai minum jamu super paiiit...sudah pernah dicoba. Hasilnya nol besar enoool seenol-enolnya *terdengar porno di telinga gak sih*.
Setelah merenung, menelaah serta seringnya menonton Oprah akhirnya aku mengambil kesimpulan bahwa aku susah kurus karena aku doyan makan...lho ya iyaallahhh. Bentaaar bentar jangan komen dulu, gini makan bagi aku itu adalah hobiiii dan anehnya susah mencari makanan yang aku gak suka, sebenarnya ada dua sih pepes ayam dan cumi-cumi isi tahu...ugghhh mual (sori para penggemar kedua makanan ini). Perut aku ga pernah menolak makanan seaneh apapun makanan jepang, korea, India, Melayu terutama American style. Sebagai seorang sweet tooth sejati tentu tidak pernah melewatkan cake, pastry, jajan pasar, coklat, aneka es dari es lilin sampe Baskin Robins...pokoknya aku adalah pencinta kuliner sejati. Jadi sekarang sudah 'ngeh' ya kenapa susah kurus.
Kurus itu obsesi yang paling utama dari seorang perempuan. Betapa senangnya ketika seorang teman kita berkata 'eh...elo kurusan yaa' walaupun timbangan ga bergeser dan merasa ga diet...sumpaaah deh kita pasti seneng banget 'masaaa sih' dan hari itu akan menjadi hari yang membahagiakan sepanjang hari. Bandingkan kalau seseorang yang dengan soookkk tahuuunya tiba-tiba nanya 'ehhh mbaakk sudah berapa bulan' sambil melirik perut kita yang saat itu lagi make baby doll. Booo...guee gak hamil sambil membuang muka dan menenangkan diri jangan sampe tangan melayang ngejedotin kepala orang itu ke kaleng krupuk...Oh Tuhan maafkan mahluk yang sok tahuuuu itu dia gak tahu bahwa cuma model ini yang bisa buat aku nyaman.
Dan satu lagi yang menjadikan aku pesimis adalah merasa gemuk itu sebagai bakat nah kalau sudah bakat kan susah dihilangkan gak percaya, coba lihat para artis yang melakukan operasi seperti Melly Guslow (gak pernah tau cara menulis yang benar..maafkaaan) dan Titi dj. Keluar operasi sih boleh mereka bangga dengan kekurusannya tapiii coba lihat beberapa bulan kemudian Melly sudah kembali seperti semula demikian juga Titi dj. Pernah Lihat Tika Panggabean beberapa bulan yang lalu di acara Tukul terlihat kurus dan memberikan tips pulaaa...bagaimana kurus, ahhh kemarin aku lihat di acara ulang tahun perusahaanku dia gendut lagi kok. Satu lagi artis yang membuat aku nganga ketika dia kurus adalah Sitta...itu loh mantan Rida, Sitta, Dewi. Dia kurus dan menjadi duta salah satu produk kurus bahkan pernah masuk di majalah kesehatan...lagi-lagi beberapa tahun kemudian membuat aku nganga lagi dengan badannya yang kembali seperti semula. Sia-sia kan semuanya.
Suatu hari ketika sedang berkumpul dengan ipar-iparku yang juga mempunyai berat badan di luar kemampuan kaki untuk menopang (hiperlebayisme). Adik iparku membawa kabar gembira 'heh tahu ga Mbak ii berhasil turun 11 kg' dan sambutannya kira-kira seperti...mmh tau gak sih waktu Soekarno-Hatta mengumumkan kemerdekaan Indonesia semua yang mendengar bersorak sorai dan meloncat-loncat...nah percayalah itulah yang dilakukan oleh perempuan-perempuan ambisius kurus itu sambil berpelukan padahal mereka baru makan dan sedang merencanakan untuk kuliner malam *masih voting antara nasi kalong dan sate*. Secepat kilat mereka mencari informasi bagaimana caranya dan ternyata ditotok dooong. Another totok huh...*melirik sinis ala sinetron*. Bla..bla..bla endingnya mereka besok akan ditotok pada jam sembilan pagi. Aku? dengan tegas menggeleng...after you please. heeiii...I Know their capital (gw tau modal loe). Semua penggemar makan kok...tanpa olahraga dan keinginan yang kuat...please deh in your dream.
Apa aku terlalu sinis yaaa...tau deh mungkin sekarang mereka tidur dengan senyum di bibir membayangkan 11 kg lemak bakal hilang...triiing.
Jumat, 18 Mei 2012
Sabtu, 21 April 2012
Love is simple..
One day someone told me that I have to teach my son how to manage the time or discipline and I was looking at her without saying anything. You know I don't like people teach me anything about 'how to' in my family thing especially about take care my son. I teach my son in my own way, discipline is not on my list. I've tried before teach with discipline thing a long long time ago like give him an order to standing in the corner (yeah too much watching the nany) or locked him in the room just because he is being a naughty monkey. But only one night suddenly like someone knock me on my head "hey...what are you doing locked him in the room will not make him stop being monkey, he is just a kid...your kid". I open the door and hug him, I saw his eyes...frightened and angry. Until that night I promised myself will never do it again. Now I just gave him love...the simple one with a big hug, kisses, laugh, read book together, bake a cookies
together, watch sponge bob together, hear his story about ultraman's
monsters, or just stay in bed till it noon on sunday...
Jumat, 16 Maret 2012
love shape
When february comes, the world suddenly full of love and pink color. yess...it's valentine's day. I am not a st. valentine fans or pinky color fans, for me february is just an ordinary month. But I love the 'love shape' so simple but deeply meaning. Sorry this post should be for february but I forgot to post it :)
I hate needle
Seminggu yang lalu saya di vonis dokter menderita penyakit infeksi lever akut yang disebabkan oleh bakteri yang menyerang fungsi lever. Dokter menyarankan saya untuk opname karena untuk penyakit ini diperlukan antibiotik dosis tinggi yang lebih baik dimasukkan melalui infus. Oh...man I'm not a big fans of needle...I hate it especially jarum infus. Terakhir saya ditusuk jarum infus adalah waktu melahirkan Emir tujuh tahun yang lalu. I really forgot the pain of the needle. And the story begins...
Saya masuk UGD jam 10 malam dan langsung dipasang infus. Rasa sakit waktu ditusuk jarum membuat saya menarik tangan saya dengan tiba-tiba dan bengkak dooong tangan sehingga harus pindah ke tangan yang satu lagi. Setelah merasakan sakit mulailah keringat dingin dan stress, hal tersebut berpengaruh (ternyata) dengan aliran darah. Kalau kita tegang aliran darah membeku sehingga menyulitkan untuk menusukkan jarum infus sialan itu ke tangan. Setelah berhasil dengan susah payah aku dibawa ke kamar perawatan yang kecil dan remang-remang, karena kamar lain penuh. Siksaan pertama dimulai yaitu ketika suster memasukkan obat langsung ke tangan yang dinfus, rasanya seperti ada hawa panas yang menyerang tiba-tiba, "suster ini normal ya tiba-tiba ada rasa panas" dengan santai suster menjawab "normal kok bu" dengan tetap menyuntikan obat tersebut. Dan saya berpikir kalau elu belum merasakan sakitnya kayak apa jangan asal jawab. Harusnya dia memperhatikan setiap keluhan dan berempati. Lucky me mempunyai dokter yang memperhatikan setiap keluhan pasiennya. Sehingga hari ke dua obat tidak langsung disuntikkan ke tangan tapi di masukkan ke infus.
Selama dirawat saya mengalami 4 (baca: empat) kali ditusuk jarum infus karena bengkak akibat terlalu banyak gerak. Ughhh...I feel so stressed and I am so frustrating sampai saya meminta kepada suster untuk diberikan obat oral. Until I meet this nurse Hindun. Dengan sabar dia meyakinkan saya untuk kembali dipasang infus karena sayang obatnya baru setengah yang masuk btw obat antibiotik tersebut berharga ratusan ribu. "Bu kalau ini tidak berhasil saya janji akan nelfon dokter dan minta obat oral" kata suster Hindun setelah gagal menusukkan jarum yang pertama. "ok but you have to promise me that you have only one shoot to try" I said to her. "ok I promise". Dia menyiapkan semua peralatan dan mulai mencari pembuluh darah saya. Tiba-tiba dia menanyakan anak dan bla..bla..mengajak ngobrol. Suddenly I feel so happy and we both laugh. Dan tanpa saya sadari dia sudah menusukkan jarum ke tangan saya, "ok bu tenang ya sudah masuk nih" dan dengan cepat menusukkan kembali jarum infus tanpa rasa sakit dan memasang kembali selang dan obat. Oooh My God...this is my last chance. Untunglah infus yang terakhir lancar dan untuk pertama kalinya saya bisa tidur nyenyak di rumah sakit. Nurse Hindun is my hero...and I still hate needle.
Selama dirawat saya mengalami 4 (baca: empat) kali ditusuk jarum infus karena bengkak akibat terlalu banyak gerak. Ughhh...I feel so stressed and I am so frustrating sampai saya meminta kepada suster untuk diberikan obat oral. Until I meet this nurse Hindun. Dengan sabar dia meyakinkan saya untuk kembali dipasang infus karena sayang obatnya baru setengah yang masuk btw obat antibiotik tersebut berharga ratusan ribu. "Bu kalau ini tidak berhasil saya janji akan nelfon dokter dan minta obat oral" kata suster Hindun setelah gagal menusukkan jarum yang pertama. "ok but you have to promise me that you have only one shoot to try" I said to her. "ok I promise". Dia menyiapkan semua peralatan dan mulai mencari pembuluh darah saya. Tiba-tiba dia menanyakan anak dan bla..bla..mengajak ngobrol. Suddenly I feel so happy and we both laugh. Dan tanpa saya sadari dia sudah menusukkan jarum ke tangan saya, "ok bu tenang ya sudah masuk nih" dan dengan cepat menusukkan kembali jarum infus tanpa rasa sakit dan memasang kembali selang dan obat. Oooh My God...this is my last chance. Untunglah infus yang terakhir lancar dan untuk pertama kalinya saya bisa tidur nyenyak di rumah sakit. Nurse Hindun is my hero...and I still hate needle.
Rabu, 14 Maret 2012
Cap Go Meh
I really fall in love with chinese new year. Last year I went to their temple in my home town Palembang, and took a lot of picture of the temple. I was so excited even it was a huge rain so suddenly fell from the sky on that day. This year I'm this close (watch my thumb and my forefinger) not to see the chinese new year parade. You know why..because I'm very busy with my work (sighhh). But I hear the good news from a lokal television which is says that there will be a chinese new year parade on Saturday, feb 11th. I'm just like whaaat...I think I missed it (the new year stuff). Now here we are with my hubby and my son waiting the parade with a thousand people all over Bandung and a bunch of a professional photographer waiting to take a good photo moment. These are some photo from the parades...
Red Dragon
Harley Davidson
The Harley admirer
The Barongsai
Yellow Barongsai
The lampions
The VIP
The angpau
After the hour we only see the barongsai and the parade doesn't show the sign of ending, we decided to go home. It kind of boring to see the parade...yeah but still I have a good photos to show up in this blog.
Minggu, 22 Januari 2012
2012 the end of the world?
what will happen in 2012...
some rumors says 2012 is the end of the world. This is from Maya calendar. This rumor spread out all over the world since November 2011. Some people believe it and some people not. I am not people who believe in that something basic on prediction from the past. For me the future is what we do today. If our today's life are suck, maybe there were connection with our life in the past. I don't know this is only in my mind. I want my 2012 is better than 2011, is easy to say but I always believe every step we take even the small one is worthy to take the next step. Please enjoy the lunar day. Doomsday? just believe in Almighty God. Only He knows...
some rumors says 2012 is the end of the world. This is from Maya calendar. This rumor spread out all over the world since November 2011. Some people believe it and some people not. I am not people who believe in that something basic on prediction from the past. For me the future is what we do today. If our today's life are suck, maybe there were connection with our life in the past. I don't know this is only in my mind. I want my 2012 is better than 2011, is easy to say but I always believe every step we take even the small one is worthy to take the next step. Please enjoy the lunar day. Doomsday? just believe in Almighty God. Only He knows...
Jumat, 04 November 2011
Kipas Mahal dari kupu kipas
Saya itu penganut dan sangat percaya dengan istilah ada uang ada barang. Maksudnya barang yang berkualitas bagus itu pasti harganya mahal tidak mungkin murah. Sebagian orang pasti akan berkerut keningnya karena mereka bisa memilih barang murah dengan model dan disain yang bagus tapi tidak berkesan murahan. Beruntunglah kalian yang bisa begitu. Saya itu bukan orang yang dengan teliti mencari barang bagus di tempat murah karena ya susah milih dan malas. Selain itu dengan bentuk badan ukuran L dan XL sangat susah mencari baju di tempat murah (menurut saya lho). Intinya ada uang ada barang deh.
Lho apa hubungannya dengan kipas...
Begini ya, suatu hari saya terdampar di citos untuk suatu urusan di hari rabu. Citos kalau hari Rabu itu ada ladies day yaitu bazaar yang khusus diadakan untuk para wanita. Kebayang dong paniknya saya melihat jajaran batik-batik cantik..yup saya beli dua baju. Ada satu stand yang sangat saya suka adalah stand kupukipas yang menjual kipas-kipas nan cantik dan berkualitas tinggi...paniiik doong. Harganya memang mahal tapi ada uang ada barang, tidak akan menyesal deh membeli barang berkualitas dan terpakai dalam waktu lama. Mengapa saya senang menemukan kipas ini...sebagai manusia yang ditakdirkan mempunyai badan subur, saya mudah sekali berkeringat. Jangan mikir keringatnya kecil-kecil di dahi atau di hidung yaaa, keringat saya itu derasss mengucur seperti habis olah raga lari. Kalau sudah begini maka saya selalu mencari benda-benda tipis untuk dijadikan kipas atau membawa handuk kecil (?) untuk lap muka (bukan sapu tangan lho), gak banget yaaa.
Dengan senang saya pengumuman di bb group keluarga suami. Dan inilah percakapan dengan ipar-iparku tersayang yang selalu merecoki :
Bundaemir: 'akhirnya aku beli kipas cantik dari kupu kipas'
evi:'berapa harganya'
Bundaemir: 'yang gede kayak teteh 250 rb tapi aku belinya yang sedang 150 rb'
teh wanti: 'aku titip dong'
Bundaemir: 'boleh teh yang warna apa'
Bunda Ira : 'beli kipas kok ratusan ribu hasilnya sama kayak hihid'
*hihid kipas tukang sate (bahasa Sunda)
teh wanti: 'iya ah mahal...aku beli di kampung cina aja ah 35 rb'
Bundaemir : 'jiaaahhhh'
Dengan janji kalau rusak bisa diperbaiki kapanpun dan disain yang elegan gak masuk akal kalau dibandingkan dengan kipas dari kampung cina yang terkenal dengan barang murah dan gampang rusak itu. Dan lagi Kupu Kipas itu buatan Indonesia lho, sudah seharusnya kita membeli dan bangga dengan produk negeri sendiri.
Langganan:
Postingan (Atom)


